Sore belum datang hujan
duluan mampir, perputaran jarum jam hanya masih pada angka 15:12, hujan
menguyur tanpa lengkuk pelangi, ntah ia merajuk seperti kata kawan ku tempo
hari. Jangan-jangan ia muncul ditempat lain, dikaki gunung yang rimbun dengan
pepohonan. Ah, sore kau datang dalam dingin mengigil, sepi merayap dari lalu
lalang pengendarai sepeda motor, aroma masakan mie tercium mengoda perut yang
baru saja terisi. Kopi ku pahit seperti cerita ku pada kawan yang lama tak
bersua, adukannyapun masih pekat, sebuah tanya kerap ia hadir pada ku, kenapa?.
Hal demikian mudah adanya menjawab, pertama memang aku hitam tetapi hitam
manis, kedua zat gula memang sudah ada dalam tubuhku, ya pahit saja aku
meneguknya.
Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 April 2012
Kamis, 12 April 2012
ABDYA, SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK MU
Sejarah mu dalam peradaban mu
Ingin mu digeserkan oleh mereka
Merekamereka rakus jabatan
Citacita dan cinta dari perintis mu
Citacita dan cinta dari perintis mu
Seakan terkikis pasang surut ombak kepemimpinan
Ungkaplah Sayang
Malam terbalut dingin
Angan menyelinap diantara bekas sisasisa air hujan sore
tadi
Rentesan rindu mengepung
Tertaut direranting si bunga cinta
Rabu, 07 Maret 2012
Selamat Tinggal Sayang
Hujan masih menyisakan rintiknya
digelap malam dingin menyerang disaat itu pun PLN mematikan listriknya selasa
malam, sepeda motor sebagai alat kami menuju untuk menikmati secangkir kopi
panas. Ban sepeda motor mulai melumat aspal goreng yang menempel dijalan
sorotan lampu dari arah berlawanan menyilau.
Rabu, 13 Oktober 2010
Antara Pantas dengan Lebih Pantas dan Tidak Pantas
Cengar cengir dua orang perempuan menghampiri ku siang hari tadi, dua tahun waktu berlalu tanpa ada kabar padahal kami masih tinggal dalam kota yang sama. Sedikit berbasa basi pada omongan yang tak penting namun penuh jenaka sebagai mengembalikan ikatan bahwa masih orang sama yang dikenal dan mengenal beberapa tahun lalu.
Mulai dech, melampiaskan hasrat yang bergejolak dalam hati terutarakan yang sangat bersifat pribadi, sesuatu antara pantas dengan lebih pantas dan tidak pantas. Memang terlalu rumit berhubungan dengan seorang aneuk agam saboeh (lelaki satu satunya dalam keluarga), kilah perempuan disampingku, memilukan cerita yang terus mendapat hinaan dari keluarga lelaki seakan kehadiran perempuan yang satu ini dalam keluarga lelati itu akan menghabiskan hartanya.





