Rabu, 30 Januari 2013

Ngopi di Ogek, Nikmat dan Murah


BLANGPIDIE - Warung itu terletak di bagian ujung dalam kompleks terminal Blang Pidie. Sebuah terminal yang menjadi tempat transitnya bus Kurnia dan PMTOH rute Banda Aceh- wilayah barat selatan Aceh seperti Meulaboh, Sabulusalam, dan Singkil.
Warung tersebut telah menjadi tempat favorit warga Kota Blangpidie. Namanya Warung Ogek karena pemiliknya biasa dipanggil Ogek oleh warga di sana. Warung Ogek selalu ramai. Pengunjungnya rata-rata adalah kalangan penikmat kopi di Blang Pidie, diantaranya politisi, polisi, pejabat, karyawan, dan mahasiswa.
Warung tersebut terlihat sederhana. Namun, racikan kopi membernya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi para kopimania. Selain kopi, penganan di warung tersebut juga tak kalah nikmatnya seperti timphan tepung dan pulut isi kelapa parut.
Selain nikmat, cemilan di sana masih dijual dengan harga yang relatif murah, seharga Rp 5 ratus per potong. Sedangkan kopi masih seharga Rp2 ribu per gelas.
Di samping rak dekat tempat saringan kopi, terpampang sebuah poster berbingkai kaca yang berisi gambar tokoh Film Titanic, Leonardo. Sedangkan di dinding sebelahnya terpampang poster penyanyi legendaris Iwan Fals muda. Sebuah nuansa yang selaras antara simbol sosial dan keindahan cinta.
Walau sekarang sudah banyak warung kopi di Abdya, namun tak lantas membuat Warkop Ogek kehilangan pelanggan. Memang warung tersebut tanpa dilengkapi fasilitas wifi dan kursi yang memadai namun pengunjungnya tetap ramai.
“Ngopi di Warung Ogek tetap nikmat,” kata Arifin, seorang pengunjung kepada ATJEHPOSTcom, pada Sabtu 03 November 2012.
Dia mengatakan, kalau di Banda Aceh ada Warkop Solong, maka di Abdya ada Warkop Ogek yang kualitasnya hampir sama. Selain menyediakan kopi, warung tersebut juga menjual nasi, mie, dan sarapan pagi lainnya.
Sementara  pengunjung lain, Reza mengatakan, ia sudah kecanduan kopi di Warkop Ogek. Setiap ke Blangpidie selalu menyempatkan diri menikmati segelas kopi di warung tersebut.
“Di sini tempatnya nyaman, apalagi kalau duduk bareng teman sambil menikmati kopi. Tempat lain sebenarnya juga sama tapi di sini lebih terasa nikmat dan murah. Kopi pancong dalam gelas kecil seharga seribu rupiah,” tutur Reza.(bna)

Pengesahan APBK Abdya 2013 Tepat Waktu, DPRK: Bebas Pinalti dari Kemendagri



BLANGPIDIE – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (RAPBK) 2013 dikerjakan secara marathon oleh DPRK Aceh Barat Daya.

Selasa, 29 Januari 2013

Ke Blangpidie, Jangan Lupa Santap Mie Kocok Ulee Jeumbatan

Hmm, Makan Siang dengan Menu Ikan Hiu di Dapoe GMC Blangpidie


JANGAN bingung mencari menu makan siang saat berada di Kota Blangpidie. Banyak warung nasi di seputaran kota yang memiliki aneka menu. Salah satunya warung Dapoe GMC.

Mencicipi Ayam Kampung Goreng di Awak Away Blangpidie

BLANGPIDIE - Berada di Kota Blangpidie saat siang begini, mungkin saja sangat cocok menikmati makan siang di warung Awak Away yang berada di Jalan Persada. Warung tersebut pun tidak terlalu jauh dari Simpang Ceurana.

Kamis, 03 Januari 2013

Lama Muda

Pemulung





Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Pulau Kayu Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya, Foto direkam tanggal 26 November 2012.

Kamis, 07 Juni 2012

Tengku Bertanya

Karya: Haekal Afifa

Agustus 1999
Setelah Seribu Delapan Ratus Dua Puluh Lima Tahun
Kami tak pernah menjadi Hopferdom kompeni
Kami tak pernah berkolusi dengan abdi ratu Nedherland
Kami terbiasa mencuci mata rencong dengan darah para kafir
Kami begitu dekat dengan bumi tengku tengku
Kami begitu lekat dengan khalifah Serambi Mekkah
Kami begitu ketat dengan semangat ukhrawi
Itulah kami
Yang berdentang di ujung barat Sumatra

Kamis, 17 Mei 2012

KAUKAH CUT NYAK


KAUKAH CUT NYAK
(Sebait kata Untuk Kakak Maida Januar)

Dalam senyap menyepi
Aku bertanyatanya
Kau kah cut nyak
Yang dikepung dalam hutan belantara Aceh

KATAKATAKU DALAM SAPAMU


Dueh,
Ingin ku melukis wajah mu dikanvas hati
Seperti melenting malam dipusara jiwa
Bak bintang gemintang mengelilingi
Kau tambatan hati pria duhai wanita

Minggu, 06 Mei 2012

Waktu Cinta



Langit mendung kabut pun enggan
Tebing menancap gagah
Dideburan ombak memecah pantai
Ah, amarah pun dibawa terbang camar

Terduduk menatap tajam
Binar mata bola hitam
Mencari
Kemana camar hendak mengarah
Ntah kabar apa tersiar
Dilangit mendung tanpa hitam
Cinta pun bergema
Dimediang rindu
Angin laut mulai nakal membelai wajah mu
Duhai wanita pemberi cinta
Sungguh kau memberi pesonanya

Nasruddin Oos
Sikabu /06052012

Jumat, 20 April 2012

Hati Mu Tak Pernah Ku Curi


Cukup...!!
Sudah cukup
Cukuplah sudah
Kau katakatain untuk ku
Kau tatap aku dengan tatapan amarah mu
Kau benci aku dalam rindu mu

Rabu, 18 April 2012

Katanya Cinta, Kok Menyiksa!


Sore belum datang hujan duluan mampir, perputaran jarum jam hanya masih pada angka 15:12, hujan menguyur tanpa lengkuk pelangi, ntah ia merajuk seperti kata kawan ku tempo hari. Jangan-jangan ia muncul ditempat lain, dikaki gunung yang rimbun dengan pepohonan. Ah, sore kau datang dalam dingin mengigil, sepi merayap dari lalu lalang pengendarai sepeda motor, aroma masakan mie tercium mengoda perut yang baru saja terisi. Kopi ku pahit seperti cerita ku pada kawan yang lama tak bersua, adukannyapun masih pekat, sebuah tanya kerap ia hadir pada ku, kenapa?. Hal demikian mudah adanya menjawab, pertama memang aku hitam tetapi hitam manis, kedua zat gula memang sudah ada dalam tubuhku, ya pahit saja aku meneguknya.

Kamis, 12 April 2012

POLITIK CINTA


Manisku
Senja berkabut berwarna abuabu kekuningan
Hujan masih turun dalam irama suara petir

Manisku,
Dingin hujan ku nikmati
Bersama segelas bandret dan pisang goreng

ABDYA, SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK MU


Sejarah mu dalam peradaban mu
Ingin mu digeserkan oleh mereka
Merekamereka rakus jabatan
Citacita dan cinta dari perintis mu
Seakan terkikis pasang surut ombak kepemimpinan

Ungkaplah Sayang


Malam terbalut dingin
Angan menyelinap diantara bekas sisasisa air hujan sore tadi
Rentesan rindu mengepung
Tertaut direranting si bunga cinta

Senin, 09 April 2012

OOS Foto

Rabu, 04 April 2012

Duhai Penari Jiwaku


Dalam hening cawan ku lihat wajah mu
Dalam kelam malam bayangan mu bermain
Belum saja keliru ku terjemahkan
Arti hadir mu di petang hari

Rabu, 07 Maret 2012

Selamat Tinggal Sayang


Hujan masih menyisakan rintiknya digelap malam dingin menyerang disaat itu pun PLN mematikan listriknya selasa malam, sepeda motor sebagai alat kami menuju untuk menikmati secangkir kopi panas. Ban sepeda motor mulai melumat aspal goreng yang menempel dijalan sorotan lampu dari arah berlawanan menyilau.
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com